Miss Corinne Bailey Rae!

Hari yang ditunggu-tunggu tiba! Jumat (4/3). Sepulangnya dari kantor saya langsung meluncur dari Bandung menuju Kota Jakarta. Kalau saja saya berteman dengan Doraemon, pasti sudah saya paksa dia mengeluarkan pintu ajaibnya. Nggak sabar rasanya, ingin langsung berada di depan pintu utama Axis Java Jazz festival 2011 yang diselenggarakan di Jakarta International Expo (JIE) Kemayoran Jakarta.

Lalu apa yang saya rasakan ketika itu? Kesal campur senang! Kesal sama siapa? kesal sama @AxisJavaJazz yang tak henti-hentinya me-retweet suasana di venue. Sementara pada Pukul 18.00 WIB saya masih berada di Tol Cipularang. Sesekali saya ikut meretweet kebetean saya karena belum juga sampai.

Sesampainya di JIE Kemayoran, jam menunjukan pukul 20.30 WIB. “Ketinggalan deh nonton Brian Cultbertson dan Glenn Fredly,” kataku ngomel sendiri. Lalu tempat apa yang pertama kali saya cari setelah masuk gerbang utama? AXIS LOUNGE! Penasaran banget. Seperti apa sih kemegahan sebuah Axis Lounge yang terus digambarkan di @AxisJavaJazz. Benar saja, baik itu Axis lounge Indoor maupun Outdoor punya konsep yang menarik. Penuh dengan keceriaan dengan warna khas Axis yaitu Ungu, putih, dan pink. Cool and Girly. Asik liatnya!

Di Axis Lounge ini, sebenarnya saya juga mencari seorang kru Axis. Admin @AxisJavajazz bilang, kalo saya bisa ketemu sama kru Axis bernama Nadia. Mau ngapain? Mau menitipkan sekotak hadiah buat miss Corinne. Walaupun gak menang Quiz Meet and Greet nya, tidak membuat saya lantas menyerah! Walaupun tidak bisa langsung bertatap muka, Saya bertekad ingin tetap memberikan special gift ini buat musisi Jazz  favorite saya itu, Corinne Bailey Rae.

Tapi lagi-lagi, saya tidak berhasil menemukan seseorang bernama Nadia di Axis Lounge. Saya lupa waktu itu ketemu sama mas-mas siapa. Awalnya dia bilang gak ada yang namanya Nadia. Dang! Berasa tubuh saya langsung lunglai menerima kenyataan itu (haha lebay).
Mas-masnya kemudian bilang, “Ada! Ada!,” sesaat memberikan secercah harapan buat saya. Tapi kemudian dia melanjutkan, “Ada yang namanya Nadia, tapi mungkin lagi keliling-keliling,” katanya.

“Yahhhhh 😦 Baik lahh,” kata saya dalam hati. Tertutup lagi pintu untuk saya bisa menitipkan hadiah buat Miss Corinne.

The Show must go on! Saya juga sempat mencoba beberapa fasilitas di Axis Lounge seperti Free Internet Access. Pertama yang saya buka, tentunya twitter. Beberapa kali saya melihat kicauan dari twitternya @AxisJavajazz. Disitu ada pertanyaan, “Warna apa kursi Puzzle yang ada di depan Massage Chair Axis Lounge?” Saya melihat ke arah kiri saya. “Orange,” kata saya dalam hati sambil tersenyum, lalu Sign Out.

Ada yang juga menarik perhatian saya di Axis Lounge. Sebuah kotak yang berisi bola-bola berwarna-warni yang berterbangan.
“Mas, itu apaan?,” tanyaku sama kru Axis yang ada disitu.
Lucky Dip. Hadiah paling besar katanya dapet voucher. Entah Voucher apa, saya lupa. Penasaran, saya ikutan deh dengan sebelumnya membeli voucher seharga Rp.10.000,- Saya beli dua sekaligus! Jaga-jaga kalau pulsa Axis saya dan si bebeb, habis.

Saya menyempatkan diri juga ke Axis Bar. Asik banget suasananya. Dari lantai atas kita bisa lihat sebuah stage. Tapi saya tidak bisa lama nangkring di tempat itu. Suasana yang asik itu terkalahkan dengan perut lapar saya :p dan tujuan selanjutnya, FOOD HALL!!

Berjarak cuma beberapa meter dari Axis Lounge, saya mulai memilih stand-stand apa aja yang tersedia di food hall. Ruangan yang penuh asap dan hiruk pikuk orang itu terdiri dari dua blok. Hemmmf sudah tak ada waktu lagi buat saya memilih-milih stand mana yang beruntung untuk saya beli. Langsung tunjuk, “Saya pokoknya mau makan nasi!,”. Seharian bekerja membuat saya harus mengumpulkan energi sebanyak-banyaknya. Karena malam, masih panjang! Malam di Axis Java Jazz Festival 2011.

Barisan Penonton Terdepan

Cerahnya langit kota Jakarta jumat malam itu sama cerahnya dengan suasana hati saya.  Dalam gelaran ini, saya tentu sangat menikmati setiap detik atmosfer berada di event besar internasional ini. Dimana dentuman, alunan, dan hentakan musik Jazz menyebar di seluruh area JIExpo.

Seperti apa suasana ketika itu, saya melihat sekelompok orang terlihat berkumpul di depan sejumlah stage, dengan sytle yang tentunya beraneka ragam. Sebagian orang lainnya, dengan ramah menawarkan berbagai produk yang dijualnya di stand-stand. Atau ada juga yang sibuk melihat denah. Suasana yang paling dominan adalah banyaknya manusia yang berseliweran di setiap gang dan sudut area Axis Java jazz Festival 2011.

Pukul 22.00 WIB, saya kembali membuka Festival Guide. “Ada siapa aja ya yang tampil saat ini,” tanya saya. Idang Rasjidi! Ketika itu akan tampil Idang Rasjidi pukul 22.15 WIB. Saya segera menuju Java Jazz stage yang berada tak jauh dari gerbang utama.

Seketika, penampilan Idang Rasjidi dan kedua anaknya, Shadu dan Shaku menghipnotis seluruh penonton yang satu per satu memadati stage. Betotan bass Shadu yang terdengar nyaring mengiringi permainan piano sang Ayah. Belum lagi kombinasi tabuhan perkusi, tabuhan drum dan  melodi dari saxophone. Ketika mendengarnya, rasanya, seperti apa ya? Sulit diungkapkan dengan kata-kata. Tapi yang pasti penampilan mereka benar-benar membuat jantung saya ikut berdetak sama dengan hentakan irama yang disajikan. Idang Rasjidi memang TOP! Pria kelahiran Pangkalpinang, Babel ini berhasil memukau para penonton. Termasuk saya tentunya. Cuplikan Videonya ada di bawah ini, yaa :

______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

@TompiHolics Tompi Holics
Tweps, jgn lupa, malam ini @dr_tompi & friends akan perform di B1 Hall @Java Jazz Festival, 22.45 wib, be there!

@lydiaanjelia Lydia Okva Anjelia
Siap! Gw mw jd pnonton d barisan paling depan!! RT @TompiHolics: Tweps, jgn lupa, malam ini @dr_tompi & friends akan perform di…

Next Destination? Tompi. Tompi manggung pada pukul 22.45 WIB. Saya kemudian menuju stage 20 menit sebelum jadwal yang tertera di Festival Guide. Dari Axis Java Jazz Stage, saya langsung menuju B1 Hall. Beruntungnya saya. Setelah masuk hall , petugas menutup akses masuk sebagai langkah antisipasi menumpuknya penonton di dalam. Untung kami berhasil masuk duluan dan segera mencari posisi paling strategis, dimana saya selalu ingin berada di barisan penonton paling depan.

Setelah ‘menyeruduk’ kumpulan orang-orang yang memadati Hall. akhirnya saya berhasil berada di barisan depan. Namun sayang, barisan depan yang berhadapan langsung dengan stage sudah sesak dipenuhi massa. But, I’ts okay. Saya tetap berada di barisan depan, agak minggir ke kanan, dan dekat sekali dengan speaker besar di hadapan saya. No problem! yang penting, saya ada di barisan..hmm.. Agak depan. 😉

Tompi kemudian muncul dengan style khasnya. Mengenakan topi fedora, dan mengenakan baju sejenis blezer berwarna gelap. Kemunculannya membuat penonton langsung menjerit-jerit, seakan ketakutan, melihat dr. Tompi baru akan mulai melakukan operasi bedahnya. Lagu “Menghujam Jantungku” menjadi besetan (irisan-red) pertama yang berhasil  membuat histeria para penikmat musik Jazz pecah, berpendar, dan menyebar ke segala arah.

dr.Tompi kemudian membungkusnya kembali dengan jahitan apik dan kemampuannya melakukan scat singing disela-sela aksi panggungnya. Improvisasi yang disajikan Tompi itu terus membuat riuh penonton, termasuk saya yang terus-terusan bersorak penuh kagum. (Kalo kata si bebeb, sorakan saya berisik sekali.lol)

Tompi memang selalu punya kejutan di setiap performancenya. Kejutan apa yang dia berikan kali ini? Kejutan dimana ia mampu membuat Shock penontonnya saat menyanyikan “I Heart You”. Lagu yang saat ini lagi populer-populernya di kalangan anak muda di Indonesia. Dengan aransemen yang dibuat lebih Jazzy, Tompi & Friends mampu menyulapnya menjadi musik Jazz yang cukup berkualitas.

Baru setengah jam, saya melewati malam bersama Tompi. Waktu menunjukkan pukul 23.20 WIB. Keputusan yang berat, tapi saya harus segera meninggalkan B1 Hall. Tujuan selanjutnya, menjadi tujuan utama saya datang ke Axis Java Jazz Festival Jumat Malam ini.

Yeah! Finally, Corinne Bailey Rae

Akhirnya, Wanita manis berambut keriting itu berada sekitar 50 Meter dari hadapan saya. Lagi-lagi saya tidak berhasil berada di baris terdepan stage. Puluhan orang massa udah padet banget di depan stage Axis Hall D2. Saya nggak bisa nyelip alias nyele lagi :(.

Penampilan Miss Corinne kali ini memang bukan termasuk dalam special show. Tapi, ia mendapat antusias yang tak kalah hebat dari penonton Santana dan George Benson. Tepat banget dipergantian hari, pukul 00:00 WIB, musisi yang saya tunggu-tunggu itu akhirnya tampil di panggung D2 Axis Hall.

Senyum bahagia terus terpancar dari wajah saya. Agak lebay :p. Tapi itu bener-bener yang saya rasain. Corinne Bailey Rae. Akhirnya saya punya kesempatan liat langsung performance musisi favorite saya itu. Dimana lagu-lagunya pernah juga jadi soundtrack kisah cinta saya dan si bebeb (oh pantes.lol).

Dengan berbalut pakaian off shoulder hitam yang blink-blink tapi elegan, Corinne membuka penampilannya dengan salah satu lagu di Album The Sea miliknya, Are You Here. “Yes, I’m here miss Corinne,” kataku sambil senyum-senyum sendiri.

Saya terus mengikuti alunan lagu yang dibawakan wanita kelahiran 1979 ini. Setiap lagunya saya suka :). Tapi sayang, tidak semua penonton bisa ikut nyanyi bareng Miss Corinne. Mungkin album The Sea yang dirilis 2010 lalu masih kalah dikenal dibandingkan album pertamanya di tahun 2006. Benar saja, saat Corinne menyanyikan lagu ‘Like a Star’ dan ‘Put Your Records on’ dari album pertamanya tersebut, penonton dengan lantang dan semangat ikut bernyanyi.

Masih ingat lagu apa aja yang Miss Corinne nyanyiin saat itu? Ini dia song list nya :

1. Are You Here
2. Closer
3. Till It Happens To You
4. Paper Dolls
5. I’d Do It All Again
6. Is This Love?
7. Feels Like The First Time
8. The Blackest Lily
9. Like A Star
10. Put Your Records On
11. Wanna Be Your Lover
12. I’d Like To Call It Beauty
13. The Sea

Sedih banget rasanya saat Miss Corinne nyanyiin lagu Like a Star yang ada di album pertamanya di tahun 2006. Penampilannya benar-benar berhasil membawa suasana jadi sendu. Dia bilang, lagu itu mengingatkannya pada almarhum suaminya, Jason Rae.  Meninggal pada tahun 2008 lalu akibat over-dosis obat-obatan terlarang. Hal itu lah yang ungkin menjadi salah satu penyebab Miss Rae vacum dan baru muncul lagi di tahun 2010 dengan album barunya “The Sea”. Dalam album itu, lagunya kebanyakan banyak bercerita tentang kesedihan, kehilangan, tapi ada juga lagu yang mengisahkan harapan-harapan dan cinta.

Sedikit flash back, saya suka denger lagu Corinne sejak denger lagu yang berjudul ‘Put Your Recods On’ dan ‘Like a Star’. Tadinya saya cuma iseng nonton dari salah satu televisi swasta yang nampilin performancenya wanita hitam manis ini. Corinne menurut saya punya suara yang sangat sangat khas. Lagu-lagunya yang nge-swing akan membuat siapa saja yang mendengarnya, akan ikut terbawa ke dalam lagunya. Walaupun ada yang beranggapan musik-musik Corinne bukan murni musik Jazz, dan lebih ke blues, buat saya, itu sama indahnya. Nah dari situ lah saya mulai suka dengan sosok Corinne Bailey Rae dan tentu dengan lagu-lagu yang dibawakannya.

Malam semakin larut. Saya terus menikmati setiap lagu yang Corinne Bailey Rae bawakan dengan indah di ajang Axis Java Jazz Festival 2011 ini. Lagu yang berjudul ‘I’ll do it Again’ sempat membuat mata saya berkaca-kaca. Melewati malam yang menakjubkan dan romantis dibawah dentuman musik yang juga romantis ala Corinne dan Bandnya. Menutup penampilannya, ia membawakan lagu yang juga menjadi favorite saya, ‘Wanna Be Your Lover’, ‘I’d Like To Call It Beauty’ dan ‘The Sea’. Pada akhirnya, ia meninggalkan panggung dan hilang dari pandangan saya.

Hadiah Istimewa untuk Miss Corinne

Sosok wanita manis berambut keriting itu hilang dari pandangan saya setelah ia pamit undur diri dari panggung. Kemudian, penonton yang memenuhi D2 Axis Hall, satu per satu keluar dari arena. Kepuasan juga terpancar dari wajah-wajah lelah mereka. Tapi ada satu hal yang belum juga membuat saya merasa berpuas diri. Sekotak hadiah untuk Miss Corinne, masih tersimpan apik di dalam tas yang saya bawa.

Apa ya yang membuat saya melakukan hal ini? Sebenarnya saya bukan lah seorang fans yang fanatik, sehingga berbagai cara harus saya lakukan untuk bisa bertemu artist idola saya. Hanya saja, saya merasa harus ada sesuatu yang berbekas dalam diri Miss Corinne ketika dia datang pertama kalinya ke Indonesia.

Saya sempat berpikir, apa saya lempar saja ya hadiahnya ke Panggung saat Miss Corinne perform. lol. Tapi hal itu tidak mungkin. Selain ada batas dan jarak penonton dan panggung berjauhan, saya juga tidak akan melakukan hal bodoh yang akan menjadi perhatian banyak orang. Jadi saya urungkan niat itu.

Terus-terusan saya berpikir, Saya tidak ingin membawa hadiah ini pulang, apalagi ditambah dengan penyesalan karena tidak berhasil memberikan spesial gift ini bagi miss Corinne.

Satu pintu tertutup, dua pintu tertutup, pintu lainnya terbuka. Lagi-lagi Axis lah yang membantu saya. Walaupun saat itu jam menunjukan pukul 01.15 Dini hari, untung otak saya masih bisa diajak kompromi. Sesaat setelah Miss Corinne hilang dari panggung dan satu persatu penonton meninggalkan hall, saya ditemani si bebeb yang masih sangat setia di samping saya, berjalan menuju jalan masuk backstage yang ada di sisi kanan panggung.

Disana ada dua orang security dan beberapa orang panitia atau kru yang mengenakan kaos Axis. Langsung saya panggil salah satu dari mereka dan meminta bantuannya untuk dapat memberikan sekotak hadiah yang saya bawa untuk miss Corinne yang masih ada di back stage. Beruntung, kru Axis tersebut mau membantu saya. Setelah menitipkannya, saya langsung meninggalkan hall, yang hanya menyisakan sejumlah penonton, sejumlah kru, dan sejumlah petugas yang sedang bersih-bersih.

Jadi siapapun panitia yang saat itu membantu saya, saya ucapkan beribu-ribu terima kasih yaaa. Terkadang saya masih bertanya-tanya, setelah saya tinggal, apa kado itu akhirnya berhasil sampai ke tangan miss Corinne? Seperti apa ekspresi Miss Corinne menerima hadiah itu? Banyak pertanyaan yang sampai saat ini masih sering muncul di benak saya.

Tapi, sekali lagi. Thanks buat panitia yang saya tidak tahu namanya.

Akhirnya, saya cuma berharap, semoga hadiah sebuah dress bermotif batik, khas Indonesia itu bisa sampai langsung ke tangan Miss Corinne. Kenapa saya memberinya hadiah sebuah Batik? Karena batik merupakan kebanggaan Indonesia :). Semoga aja, Batik Made in Indonesia yang saya berikan itu bisa jadi kenang-kenangan berharga, yang bisa Miss Corinne bawa ke setiap negara yang ia kunjungi. Dan juga bisa menjadi tanda bahwa ia pernah ke Indonesia.

“Dear, Miss Corinne. It’s not Expensive. But, I hope you like it”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s