“Kapan Punya Anak?”

Pertanyaan “Kapan?” menjadi pertanyaan yang paling paling sensitif bagi saya saat ini. Setelah lolos dari pertanyaan “Kapan Nikah?” bertahun-tahun lalu, pertanyaan “Kapan Punya Anak?” masih aja banyak ditanyakan banyak orang sampai saat ini. Mau itu basa-basi, mau itu becanda, “Kapan Punya Anak?” adalah pertanyaan ter-SENSITIF untuk orang yang bertahun-tahun belum dikaruniai momongan.

Sesekali sih ngga apa-apa. Tapi kalau berkali-kali dan berulang-ulang? Rasanya saya mau balik bertanya, “Anda punya perasaan tidak?” (Anggap pertanyaan saya bercanda yaa hahaha).

“Adakah yang tau kapan saya punya anak?” Saya aja ngga tau kapan. “Kapan punya anak?” sama saja dengan pertanyaan, “Kapan Mati?” kan?

Tahun pertama pernikahan, saya masih tidak apa-apa kalau ditanya seperti itu. Masih bisa menjawab dengan senyum. “Hehe iya doain aja ya” sambil cengegesan diluar, tapi tahu tidak kalian kalau dibelakang, hati saya bilang “Iyaaa… Ya Alohhhh (Allah) kapannn? Kapan saya punya anak?” seperti drama-drama di TV. Kalau digambarkan lagi, mungkin wajah saya sudah membentuk emoticon dengan ekspresi memelas, merajuk, menangis, dan berteriak.

Lama kelamaan saya sudah mencapai ke titik jenuh dengan pertanyaan ini.
Jangan kira kami tanpa usaha. Jangan kira kami tidak tahu bagaimana caranya membuatnya? Jangan kira salah satu dari kami tidak mampu bikin anak?
Ada yang berpikir seperti itu? Adaaaaa!!!!

Bukan hanya berpikir, yang mengucap langsung depan saya sendiri juga Adaaa!
“Ngga tau cara buatnya ya?” Sambil tertawa-tawa yang mereka kira ini adalah candaan yang menghibur. Lalu ada yang bilang “Coba Ganti pasangan?” WHATT!!!!!!
Ya saya tahu, kalian bercanda kan.. mungkin saya aja yang BAPER. Tapi pantas kah saya BAPER untuk bercandaan yang menurut saya KETERLALUAN. *Ingin nangis lagi rasanya*

Pernah juga, saya bertemu teman lama. Ceritanya sudah setahunan ngga ketemu. Dia seorang laki-laki.

“Halo, Apa Kabar?”
“Hai, Baik”,
“Gimana udah isi belum?”
“Belum, doain aja ya”
“Ayo, kapan. Saya aja udah mau 2. Ini istri saya lagi hamil lagi”

(Lalu saya speechless) mengucapkan selamat pun saya lupaaa..saking speechlessnya. Situuuuuu hebat bisa bikin anak cepet? *Ingin garuk-garuk aspal rasanya
Belum lagi kejadian yang baru aja kejadian di kantor. Sebelum saya akhirnya memutuskan menulis blog ini.

Selepas Shalat Dzuhur, ada rekan kerja yang lewat, cuma bilang,

“Lyd, si Anto (Bukan nama sebenarnya) udah hamil loh”
“Wah, Anto hamil Bu?” Shock (Padahal kan Anto itu cowo)

“Bukan, istrinya. Tadi dia baru nemenin periksa kandungan”
Lalu si ibuk pergi..

Lalu kenapaaa buu? Kenapaaaaaaa, buuu? *ingin garuk-garuk aspal lagi.
(Mungkin si ibuk hanya mau menginformasikan gitu mungkin yaa.. ya sudah lah..)

Bagaimana caranya saya bisa bilang sama semua orang, kalau saya lelah ditanya dan rasanya seperti diolok-olok.

Apa perlu saya publish hasil test sperma dan DNA suami saya yang menyatakan kalau suami saya normozoospermia? (yang Artinya, kualitas dan kuantitas sperma normal).

Apa perlu saya publish juga hasil USG dengan kondisi tel telur yang normal dan hasil HSG saluran Tuba Falopi yang PATENT? (Tidak ada sumbatan)

Apa perlu saya publish nominal uang yang sudah kami keluarkan untuk berbagai pemeriksaan dan tindakan dokter?????

Karena cuma itu yang bisa saya sombongkan, ketika beberapa orang dengan bangganya bisa bikin anak sampe 4 atau istrinya yang udah hamil lagi. Juga ketika banyak orang yang tiba-tiba membandingkan saya dengan teman – teman yang baru menikah langsung dipercaya Allah diberi kehamilan.

Ya, Cuma itu yang bisa dibanggakan…

dan banyak yang sebetulnya bisa saya ceritakan tentang usaha kami memiliki anak. Akan saya sharing di postingan berikutnya yaaa. Tapi yang pasti,  bukan tanpa usaha. dan pernikahan buat kami adalah sesuatu yang sakral dan akan kami jaga baik-baik. Dalam 2 tahun ini kami belajar bagaimana tidak menyalahkan satu sama lain. Kami belajar, bahwa anak adalah kehendak Allah SWT. Anak adalah rezeki dari Allah SWT.

Lalu sekarang, ada yang bisa bantu jawab, “Kapan saya punya anak?”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s