Behind The Scene: Juara Kompetisi Adukreasi Wartawan & Penulis Muda Kementerian Pertanian 2011

Berawal dari obrolan ngalor-ngidul sampe tengah malem (sambil lembur ngantor) pada bulan Oktober 2011, saya, Mas Purnomo Sidik, dan Hera Khaerani berencana untuk mengikuti sebuah lomba peliputan video yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian. Lombanya sendiri bertajuk, “Lomba Adukreasi Wartawan dan Penulis Muda Pertanian”. Tapi sebelum eksekusi, kami terlebih dahulu sudah membayang-bayangkan seandainya kami menjadi juara.

“Juara bertahan, selalu menang,” tegas mas Sidik dengan yakinnya.

Mas Sidik yang tahun lalu menjadi juara II pada kompetisi serupa sangat optimis bisa menjadi juara I untuk kompetisi video kali ini. Namun, saya sendiri ngga mau kalah dengan menunjukkan keyakinan saya untuk bisa menyingkirkan yang mas Sidik bilang juara bertahan. Saya sendiri sejak tahun 2010 lalu telah mengetahui adanya kompetisi ini. Hanya saja karena yang kuat hanya niat, tanpa eksekusi akhirnya saya ngga jadi ikut kompetisi tersebut. Tapi, tahun 2011 ini saya harus ikut serta.

“Baik lah, sampai ketemu nanti di Jakarta,” kata saya kepada mas Sidik sambil bersalaman menandakan ‘deal’. Kami yang duduknya bersebelahan di kantor, kemudian melanjutkan tugas lembur kami sambil memikirkan konsep video liputan yang akan masing-masing kami buat. Mas Sidik kali ini tidak akan sendiri. Ia menarik salah seorang teman kantor kami juga untuk bergabung, Hera Khaerani.

Dan, tema pertanian apa yang mereka angkat? adalah mengenai diversifikasi pangan. Betapa masyarakat Indonesia sudah sangat bergantung hidup dengan memakan nasi. Padahal sumber energi/karbohidrat sebenarnya tidak hanya ada pada nasi. Mas Sidik dan Hera berhasil mengangkat salah satu panganan yang bisa saja mengganti nasi, yaitu ubi. Mas Sidik sendiri akan mengambil tema besar mengenai Ubi Cilembu yang lokasi liputannya dia ambil di daerah Tanjungsari s/d Sumedang, Jawa Barat.

Potensi Pertanian di Pulau Belitung

Lalu bagaimana dengan saya? Saya sendiri pada awalnya tidak terbayang tema apa yang ingin saya angkat dalam peliputan video. Satu-satunya yang ada di pikiran saya adalah mengenai potensi pertanian di Pulau Belitung. Mengapa harus jauh sampai ke Belitung? Karena saya sudah sangat mengenal pulau ini. Sambil menyelam minum air, peribahasa yang bisa menggambarkannya. Sambil saya mengunjungi orang tua saya yang tinggal disana, tidak ada salahnya saya juga mencoba peruntungan melalui kompetisi ini dengan mengangkat potensi di tanah kelahiran ayah saya tersebut.

Selain orang-tua, siapa saja yang ingin saya temui di pulau ini? Terutama untuk keperluan peliputan video. Tentu saja para petani yang tinggal di Kecamatan Membalong, Belitung. Di kecamatan ini, ada desa transmigrasi yang telah dibangun sejak 25 tahun yang lalu. Tepatnya tahun 1985. Ratusan warga di desa ini adalah warga transmigrasi dari pulau Jawa yang terbiasa memiliki mata pencaharian utama, sebagai petani.

Selain petani, saya juga ingin sekali menemui pak Bupati. Pak Darmansyah Husein, atau saya biasa memanggilnya Om Darman. Walaupun saya pernah mengenalnya, tetapi bukan berarti saya akan mudah menemuinya. Masih harus menembus berbagai ajudan untuk bisa bertemu santai dengan beliau. Namun kekecewaan saya dapatkan ketika tahu, beliau akan pergi ke Pulau Bali, tepat di hari saya akan datang. Berarti harapan setelahnya untuk bisa saya temui, mungkin Kepala Dinas Pertanian Setempat.

Berbagai rencana pun telah saya siapkan. Beberapa kali saat di kantor mas Sidik seringkali bertanya, “bagaimana progress-nya?”, saya jawab “Kamis depan jadi donk ke Belitung,” sambil senyum tipis dan mengangkat alis tanda bersaing. Setelah itu, kami pun biasanya kembali fokus bekerja.

Akhirnya, setelah mendapatkan izin selama 2 hari dari kantor, tepat pada tanggal 20 Oktober 2011 saya berangkat ke Pulau Belitung. Menggunakan penerbangan pertama (first flight) pukul 06.20 WIB. Dari dalam pesawat, saya sudah mulai mengambil gambar. Mengambil gambar pulau Belitung dari atas langit. Saya sampai di Bandara Hanandjouddin, Belitung pukul 07.30 WIB.

Sudah tidak terhitung lagi berapa kali saya menginjakkan kaki di pulau ini. Yang pasti, beruntung saya punya Ayah yang berasal dari pulau kecil nan indah ini. Sesampainya di bandara, sejenak saya melepas kangen sama mama. Sambil menunggu bagasi yang diambilkan oleh petugas porter bandara, saya berbicang-bincang dengan Mama. Kemudian mama bilang, “Kayaknya ada bupati deh di Ruang VIP. Banyak kendaraan dinas lalu-lalang,”

Aku langsung tersentak. Ada bupati di bandara. Aku langsung menyampaikannya ke Papa. Papa akan sangat mudah menembuh berbagai ajudan di bandara ini. Kemudian aku mengikuti papa sampai ke ruang VIP.

Benar saja, sampai di ruang VIP, saya ketemu Pak Bupati. Narasumber pertama yang paling ingin saya temui. Tanpa berpikir panjang, saya langsung memohon izin untuk melakukan wawancara. Pak Bupati mempersilakan. Dan saya kemudian mulai menyeting secara cepat tripod dan kamera dan langsung merekam.

Beberapa menit saya melakukan wawancara, sepertinya para ajudan sudah keringat dingin karena pesawat akan segera berangkat. Saya kemudian interupsi ajudan, dan saya pun akhirnya menghentikan pertanyaan. Namun, inti yang ingin saya tanyakan sudah terjawab semua. Akhirnya, pak bupati berangkat dengan pesawat yang sebelumnya saya tumpangi, kembali ke Jakarta, kemudian ke Bali untuk menghadiri pertemuan kepala daerah tingkat II dari seluruh Indonesia. Benar-benar kebetulan yang sangat menyenangkan.

Setelah selesai melakukan wawancara, dan senyum-senyum bangga sambil melihat pesawat yang pak bupati tumpangi, saya baru tersadar. Saat saya menemuinya tadi, saya dengan cueknya hanya mengenakan kaos oblong, sandal jepit, belum sisiran, dan belum mandi (karena first flight, dari Bandung sejak pukul 1 malam).

Bagaimana cerita selanjutnya? (to be continued)

Video Juara I dan II (Lihat disini)

Juara I : “HARAPAN SI MADU DARI CILEMBU”

Juara II : “”OPTIMISME BELITUNG MENUJU KAWASAN AGROPOLITAN”

Iklan

2 thoughts on “Behind The Scene: Juara Kompetisi Adukreasi Wartawan & Penulis Muda Kementerian Pertanian 2011

  1. Hahaha…aku iseng search namakku di mbah google. Kuketik Hera Khaerani…dan di deretan bawah dapat link ke blogmu ini. Hahahaha…nah ya ketahuan. Sebut2 namaku hrs bayar lhooo ^_^

  2. Berawal dari googling, saya menemukan blog ini. Tulisan yang bagus mbak. Sepertinya saya harus belajar banyak dari gaya menulis yang ekspresif ini. Sukses ya mbak Okva 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s