Aku Gigi, Mulut Rumahku

Keceriaan anak-anak sekolah dasar, Kamis (15/07) pagi terlihat jelas di halaman Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unpad. Dengan wajah gembira dan tawanya yang riang, anak-anak ini dengan mantap memegang sikat gigi di tangan kanannya dan satu gelas air di tangan kirinya. Mereka sedang menunggu giliran untuk menyikat gigi bersama yang dipandu oleh sejumlah kakak-kakak mahasiswa dari FKG Unpad.

“Pentingnya kesadaran masyarakat untuk menyikat gigi dengan benar harus dimulai sejak dini. Anak-anak merupakan generasi penerus, dimana mereka harus melakukan perubahan atas budaya menyikat gigi yang selama ini dirasa kurang benar,” kata Dekan FKG Unpad Prof. Dr. H. Eky Soeria Soemantri, Drg., Sp. Ort (K) saat membuka acara “Bulan Kesehatan Gigi Nasional” di Halaman parkir FKG Unpad, Jln. Sekeloa Selatan No.1 Bandung, Kamis (15/07).

Acara bulan kesehatan Gigi dan Mulut Nasional 2010 ini merupakan acara yang diselenggarakan oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) bekerja sama dengan Unilever melalui brand Pepsodent. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi, yang dilakukan selama bulan Juli di 13 fakultas kedokteran gigi di Indonesia.

Membudayakan sikat gigi secara teratur pagi dan malam terus disuarakan berbagai pihak. Tak heran banyak orang tua yang kemudian turut serta membiasakan anaknya untuk menyikat gigi dengan benar. Sebut saja, Mulyadi Muis dan istrinya, Dewi. Mereka bersama anaknya, Akmal sengaja datang pada acara Bulan Kesehatan Gigi Nasional. Kedua orang tua ini sangat antusias untuk memberikan pemahaman pada anak laki-lakinya ini untuk membudayakan sikat gigi secara benar, pagi dan malam hari.

“Agak sulit bagi kami para orang tua merubah kebiasaan lama. Ternyata menyikat gigi itu tidak sebatas gosok kanan-kiri, tapi diperlukan teknik lain seperti gerakan memutar, agar gigi menjadi bersih dan sehat, dan hal ini harus kami biasakan pada anak kami,” tutur Mul.

Akmal, Siswa Sekolah Dasar ini semula phobia untuk pergi ke Dokter Gigi. Kini dia tidak takut lagi untuk memeriksakan giginya ke Dokter.

Mul mengisahkan bahwa anak laki-lakinya memiliki phobia terhadap dokter gigi. Pernah suatu waktu ia takut untuk diajak ke dokter gigi “Namun, kali ini kami mencoba untuk membawanya ke suasana yang berbeda. Disini banyak juga anak kecil yang memeriksakan diri ke dokter gigi. Kami ingin memberi pengertian bahwa anak-anak lain pun tidak takut untuk pergi ke dokter gigi,” lengkap Mul.

Lain lagi dengan Yulinar, warga RT.03 Sekeloa ini datang untuk memeriksakan dirinya. “Saya gosok gigi kan tiap hari. Tapi kenapa ya plak-plak gak bersih-bersih,” tuturnya ketika ditanya petugas di area registrasi.

Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) FKG Unpad, drg. Grace V. Gumuruh membenarkan permasalahan kesehatan gigi yang paling sering dialami masyarakat Indonesia adalah karies dan karang gigi. Grace kemudian menyarankan masyarakat untuk rajin menggosok gigi.

“Menggosok gigi tidak perlu dilakukan tiga kali sehari dan tidak membutuhkan sikat atau pasta gigi khusus. Dua kali sehari saja sudah cukup, pagi dan malam asal teknik menggosoknya benar,” ujar Grace menjelaskan.

Karies dan karang gigi menurutnya disebabkan dari lifestyle saat ini. Dimana anak-anak rajin makan makanan ringan seperti snack yang akan membahayakan kesehatan gigi jika anak-anak tidak rajin menggosok gigi.

Grace juga mengatakan bahwa tidak menyikat gigi pada malam hari lebih membahayakan dari pada pagi hari. “Mengapa malam hari lebih berbahaya, karena air liur merupakan penetralisir makanan yang manis. Pada waktu tidur, cairan liur kita berkurang. Itulah yang menyebabkan sisa makanan akan membentuk plak,” lengkap drg, Grace yang juga menjelaskan bahwa plak ini hanya bisa dilakukan dengan tindakan mekanis, yaitu menyikat gigi.

Ketika ditanya mengenai banyaknya pasien terutama anak-anak yang segan berkunjung ke dokter gigi karena merasa takut, Grace mengatakan bahwa orang tua dan anaknya tidak perlu cemas karena di RSGM ada ruang khusus anak-anak. Suasana dibuat agar anak-anak tidak takut akan dokter gigi. Mereka diajak bermain, dan merasakan suasana bahwa ke dokter gigi itu tidak sakit. Berbeda dengan dokter gigi praktek yang membiarkan anak-anak sendirian dan cemas menunggu ketika akan diperiksa.

Iklan

4 thoughts on “Aku Gigi, Mulut Rumahku

  1. Kami dr TK ingin lebih banyak mengetahui informasi ttg Bulan kesehatan Gigi nasional yang pernah diadakan oleh FKG UNPAD . Terutama mengenai program pepsodent keliling, karena kebetulan bulan ini anak_anak Playgroup sedang belajar ttg kebersihan diri, dan kami ingin mengundang narasumber yang bisa memperlihatkan cara menyikat gigi yang benar juga alat2 periksa gigi dengan real, sehubungan dengan kebutuhan anak usia 2-4thn.
    Terimakasih atas perhatiannya dan kami sangat berharap mendapat informasi secepatnya.

  2. Nice content and blog!!

    Ajarkan buah hati anda untuk menyikat gigi yang rajin sedini mungkin…
    Cara termudah menasihati anak agar mau menyikat gigi
    adalah dengan mengajarinya sebuah lagu tentang pentingnya sikat gigi
    dan kapan mereka harus menyikat gigi….
    Ada beberapa lagu anak-anak yang lain dan udah dipakai di beberapa
    Paud dan TK di seluruh Indonesia…
    klik saja:
    http://lagu2anak.blogspot.com/2010/10/gigi-sehat-lagu-anak-karya-kak-zepe.html

    lagu2anak.blogspot.com ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s