Keliling-keliling Yogyakarta

Kota Yogyakarta telah menjadi kota wisata yang banyak sekali dikunjungi para turis asing maupun dalam negeri. Saya sendiri baru mengunjungi kota ini sebanyak 4x. Pertama kalinya saat saya masih duduk di bangku SD (saat itu bersama keluarga mengunjungi beberapa tempat di Jawa Tengah seperti Semarang dan Yogyakarta), dan di tahun 2008 dan 2009 ini saya baru mengunjungi kota ini sebanyak 3x.

Flash_LydiaYogyakarta menurut saya adalah sebuah kota yang kental sekali suasana kedaerahannya. Dari penggunaan bahasa daerah yang terdengar di berbagai sudut kota. Sampai dengan  unsur-unsur lainnya yang masih memegang teguh kebudayaan daerahnya.

Di tahun 2008, setelah melalui kepenatan Ujian Akhir semester saya bersama teman-teman merencakan Trip Ke Kota Budaya ini dengan budget murah tapi tetap menyenangkan. Dengan perencanaan yang matang kami 11 mahasiswa yanng ‘butuh liburan’ akhirnya melakukan perjalanan wisata ini pada tanggal 7-10 Februari 2008.

 

Perjalanan dimulai dari Stasiun Kereta Api Kiara Condong Bandung. Kenapa Stasiun Kiara Condong? Karena kami menggunakan kereta api kelas ekonomi. Ya, hanya dengan Rp.24.000,- kami sudah bisa mengantongi sebuah tiket kereta api tujuan Yogyakarta.

 

Stasiun Kiara Condong Bandung. Tempat dimana kami memulai dan mengakhiri perjalanan (7/2/8)
Stasiun Kiara Condong Bandung. Tempat dimana kami memulai dan mengakhiri perjalanan liburan kami ke dan dari kota Yogyakarta (7/2/8)

Kami berangkat dari Stasiun Kiara Condong pada pukul 20.45 WIB. Kata siapa kereta Ekonomi suka ngaret..?? ternyata nggak juga. Kereta ini  ontime (berangkatnya) :p. Tapi saat di jalan, kekurangan kereta ini adalah selalu mengalah dengan kereta Bisnis, Eksekutif, dan juga Argo.

Itu tadi sedikit tentang kereta api ekonomi. Setelah melakukan perjalanan selama + 10 jam kami akhirnya sampai di Stasiun Kereta Lempuyangan, Yogyakarta. Sayang sekali kereta ini tidak berhenti di Stasiun Yogya.

Kami berencana mencari penginapan atau home stay yang tidak jauh dari Malioboro. karena dengan menginap di sekitar daerah tersebut akan memudahkan kami untuk jalan-jalan di Kota Yogyakarta.

Stasiun Yogyakarta

 

Karena kami kelelahan setelah duduk di kereta selama berjam-jam, kami beristirahat sejenak di rumah teman kami di daerah…….(mana ya..lupa..) Pagi menjelang siang saat itu kami baru melanjutkan perjalanan  dengan berjalan kaki menuju Malioboro dan akhirnya mendapat sebuah home stay di belakang Malioboro tepatnya di jalan Dagen.

 

Beringin Kembar

 

Kembali lagi pada catatan perjalanan kami, di hari pertama kami mendatangi alun-alun kidul Yogyakarta, dimana disana ada dua buah pohon beringin kembar yang penuh akan mitos. Katanya Apabila seseorang dapat dengan mudah masuk daerah antara pohon beringin kembar, salah satu keinginannya bakal terwujud. Ya percaya gak percaya tapi menyenangkan juga jalan menuju pohon dengan menutup mata. Beringin KembarKelihatannya gampang, tapi ternyata cukup sulit juga lho. Saya sendiri sebelum akhirnya bisa masuk  di antara dua beringin ini mengitari dahulu lapangan ini sampai 2 x dengan mata tertutup tentunya. Kita rasa kita sudah berjalan lurus, tapi ternyata kok seperti ada yang  membelokan arah kita yah..? hehe :p.

Candi Prambanan

 

Keesokan harinya kami mengunjungi candi Prambanan. Untuk menuju kesana kami naik angkutan umum yang biasa disebut dengan kol (colt). Setelah menempuh perjalanan + selama 30 menit, kami sampai di Candi Prambanan.

Prambanan adalah komplek candi Hindu tersbesar di Indonesia yang dibangun pada tahun 850 oleh Wangsa Sanjaya. Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu.

Prambanan After Gempa
Prambanan After Gempa - Kumpulan foto Candi Prambanan setelah terjadi Gempa Yogyakarta di Tahun 2006

Prambanan

 

Kaliurang

 

Hari berikutnya kami mengunjungi Kawasan wisata Kaliurang. Kaliurang yang secara harfiah dalam bahasa Indonesia berarti “Sungai Udang”, adalah sebuah tempat wisata yang berada di kaki Gunung Merapi bagian selatan.

Kaliurang tepatnya terletak di Kabupaten Sleman, di perbatasan dengan provinsi Jawa Tengah. Kaliurang memiliki udara yang sejuk. Untuk menuju kesana kami pun menggunakan kendaraan umum, sebuah bis kecil (kolt) yang kami sewa untuk sampai ke tempat ini. Perjalanan ini sangat menyenangkan. Dari kejauhan sebenarnya kita bisa melihat gunung merapi. Cuma saat itu sedang terjadi kabut yang menghilangkan pandangan kami akan gunung yang sampai saat ini masih aktif itu.

kaliurang

 

S5032647
Dari atas Kaliurang ini seharusnya kami bisa melihat gunung Merapi. Tapi sayang sekali saat itu sedang mendung dan pandangan kami ke arah gunung tertutup kabut.

Wisata Belanja di Malioboro

 

Karena waktu kami sangat terbatas, hari terakhir kami gunakan untuk belanja di sepanjang Jalan Malioboro. Banyak kerajinan khas jogja dan warung-warung lesehan di malam hari.

 

Kami seharian berburu cinderamata khas Jogja, kami bisa berjalan kaki sepanjang bahu jalan dimana di sini banyak ditemui pedagang kaki lima yang menggelar dagangannya. Mulai dari produk kerajinan seperti batik, hiasan-hiasan yang terbuat dari rotan, wayang kulit, kerajinan bambu, ada juga blangkon serta barang-barang perak.

Di dareah ini ada juga pasar tradisional yang harus dikunjungi. Tempat ini dikenal dengan nama Pasar Beringharjo. Pasar ini menyediakan beraneka produk tradisional yang lebih lengkap. Selain produk lokal Jogja, juga tersedia produk daerah lain seperti batik Pekalongan atau batik Solo.

 

Jangan sampai tertipu dengan harga yang ditawarkan saat berbelanja di kawasan Malioboro dan Beringharjo. Biasanya para penjual menaikkan harga dari biasanya bagi para wisatawan.

Setahun kemudian di Tahun 2009, kami kembali ke kota ini dengan pasukan sebanyak 20 orang. Kami lagi-lagi merencakan perjalanan dengan budegt murah. Kami menggunakan kereta api ekoomi untuk menuju Kota ini. Tepatnya tanggal 29 Januari – 2 Februari kami kembali menginjakkan kaki ke kota budaya ini.

Pesanggrahan Taman Sari dan Benteng Pertahanan

Hari pertama kami mengunjungi Taman Sari dan Benteng Pertahanan. Tamansari adalah taman kerajaan atau pesanggrahan Sultan Yogya dan keluarganya. Letak Tamansari hanya sekitar 0,5 km sebelah selatan Kraton Yogyakarta. Arsitek bangunan ini menurut http://www.yogyes.com adalah bangsa Portugis, sehingga selintas seolah-olah bangunan ini memiliki seni arsitektur Eropa yang sangat kuat, disamping makna-makna simbolik Jawa yang tetap dipertahankan. Namun jika kita amati, makna unsur bangunan Jawa lebih dominan di sini. Tamansari dibangun pada masa Sultan Hamengku Buwono I atau sekitar akhir abad XVII M.

Untitled-1

Tidak lupa kami mengabadikan perjalanan wisata kami di tempat ini. Taman sari ini merupakan salah satu warisan budaya keraton yang sampai saat ini masih terjaga kelestariannya. Berbagai bangunan keraton dan pernak-pernik yang ada masih bisa kita lihat sampai sekarang.

Kembali menginjakan Kaki di Candi Prambanan

Kami kembali menginjakan kaki di Candi Prambanan. Seperti napak tilas perjalanan kami setahun sebelumnya, Candi Prambanan adalah salah satu tujuan wisata kami tahun ini.

Prambanan

Monjali (monumen Yogya Kembali)

Kami mengunjungi Monumen Yogya Kembali. Tempat ini menurut http://www.yogyes.com dibangun untuk mengenang peristiwa sejarah perjuangan bangsa, pada tanggal 29 Juni 1985. Peletakkan batu pertama monumen setinggi 31,8 meter dilakukan oleh HB IX setelah melakukan upacara tradisional penanaman kepala kerbau. Empat tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 6 Juli 1989, bangunan ini selesai dibangun. Pembukaannya diresmikan oleh Presiden Suharto dengan penandatanganan Prasasti.

Monumen yang terletak di Dusun Jongkang, Kelurahan Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kapubaten Sleman ini berbentuk gunung, yang menjadi perlambang kesuburan juga mempunyai makna melestarikan budaya nenek moyang pra sejarah. Nama Monumen Yogya Kembali merupakan perlambang berfungsinya kembali Pemerintahan Republik Indonesia dan sebagai tetengger sejarah ditarik mundurnya tentara Belanda dari Ibukota Yogyakarta pada tanggal 29 Juni 1949 dan kembalinya Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta dan petinggi lainnya pada tanggal 6 Juli 1949 di Yogyakarta.

Museum Benteng Vredeburg

Sambil berjalan-jalan di Pusat perbelanjaan Malioboro, kami berjalan kaki menuju Benteng Vredeburg yang juga terletak di jantung Kota Yogyakarta. Sangat mudah menemukan tempat ini, benteng ini teletak berhadap-hadapan dengan Gedung Agung yang merupakan Istana Negara.

Benteng yang dibangun pada tahun 1765 oleh Pemerintah Belanda ini digunakan untuk menahan serangan dari Kraton Yogyakarta. Dengan parit yang mengelilinginya, benteng yang berbentuk segi empat ini memiliki menara pengawas di ke-empat sudutnya dan kubu yang memungkinkan tentara Belanda untuk berjalan berkeliling sambil berjaga-jaga dan melepaskan tembakan jika diperlukan (sumber :http://gudeg.net).

Untitled-2

Pantai Depok

Tempat terakhir yang kami kunjungi di kota ini adalah Pantai Depok. Pantai Depok termasuk pantai yang berada di kawasan Pantai Parangtritis dan menjadi sebuah perkampungan nelayan. Letaknya kurang lebih 40 kilometer arah selatan dari pusat Kota Jogja.

Pantai Depok juga merupakan pusat wisata kuliner khususnya berbagai jenis makanan sea food. Di pantai ini, tersedia sejumlah warung makan tradisional yang berderet tak jauh dari bibir pantai.

 

Nuansa khas warung makan pesisir dan aktivitas nelayan Pantai Depok telah berkembang sejak 10 tahun lalu. Menurut cerita, sekitar tahun 1997, beberapa nelayan yang berasal dari Cilacap menemukan tempat pendaratan yang memadai di Pantai Depok. Para nelayan itu membawa hasil tangkapan yang cukup banyak sehingga menggugah warga Pantai Depok yang umumnya berprofesi sebagai petani lahan pasir untuk ikut menangkap ikan (sumber:http://www.yogyes.com)

DSC_0449

Itulah perjalanan wisata kami keliling Kota Yogyakarta. Perjalanan dengan budget yang tidak terlalu besar tapi juga menyenangkan. Kota ini adalah sebuah kota yang selalu indah untuk dikenang.

Lydia Anjelia

 

 

Iklan

13 thoughts on “Keliling-keliling Yogyakarta

  1. wah…harus ada perjalanan perjalanan berikutnya brarti y Lyd…biar bisa terus cerita2 soal travelling…hihi…yuuu Pangumbahan yuuu…liat penyu hijau bertelur dan tukik2nya…

  2. hehehehe…kapan niy ke yagya lagi season 3…whahaha….. tapina nggeur euy hayang ka dufan urang teh….. atau gak ke baliii …. lombok… karimun jawa… ke tempat seru yang baru2 …. kalo yogya again boseeennn… hehehehe…. pokoknya yuuu mari kita nyari tempat yang seru n lebih fresshhh
    🙂 🙂 🙂 …..
    btw foto2 na kok nu jaradul c lid …whahahha

  3. Sudahlah jangan ada Yogya Season 3… mending cari tempat2 yg lain lagih… sama..pengen ke dufan..hahaha… Jeng… gimana kalo kita ke banjaran sebelum puasa,,,???

  4. jogja…
    bukan malioboro, tetapi nikmatnya kopi pagi di lampuyungan… april 2006
    baca artikel perjalanan ini jadi ingat dulu..

    kalo ada waktu: amzatnika.wordpress.com

  5. olrite.. aq mampir ke amzatnika.wordpress.com…:D
    wahhh belum pernah aq ngopi pagi di lempuyangan… yg bikinn kangenn tuh angkringan..nyum nyum.. satu nasi kucing aja gak cukup.. aq pernah habis 5 bungkus dalam sekali makan..ihihihi.. kopi joss teh joss juga mantap.. 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s