Menulis Opini untuk Surat Kabar

SUARA MAHASISWA,

Menang Jangan Sombong, Kalah Jangan Bohong

KORAN SINDO

Friday, 14 November 2008

SEMINGGU lalu warga dunia memusatkan perhatian pada pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) yang dimenangkan oleh Barack Obama. Sebagian masyarakat Indonesia ikut mengelu-elukan kemenangan presiden kulit hitam pertama di AS ini.

Ada sebuah pertunjukan moral menakjubkan dari negara yang mungkin kalau kita perbandingkan soal kekayaan adat-istiadatnya dengan Indonesia akan kalah jauh. Kita dapat lihat bagaimana Obama bersikap terhadap McCain saat menang. Rasa jumawa—hal yang wajar pada semua manusia—itu ada,namun tak sampai pada taraf berlebihan. Sebaliknya,bagaimana McCain bersikap terhadap Obama saat menerima kekalahannya mencontohkan sikap pemimpin sejati yang dengan sportif dan ksatria menerima kekalahan.

Saya terkesima ketika menonton pidato kekalahan Mc- Cain di video. Begitu bijaksananya ketika McCain mengatakan ”A little while ago,I had the honor of calling Senator Barack Obama to congratulate him,”yang disusul dengan gemuruh kekecewaan pendukungnya. Menanggapi teriakan ”huuuu” para pendukungnya,dengan segera McCain mengangkat kedua telapak tangannya mengajak mereka untuk berhenti mengeluarkan kekecewaan.

Sesaat kemudian bisa kita lihat begitu khidmatnya McCain bisa memengaruhi warga Amerika untuk ikut bersikap kesatria dengan menerima kekalahan dan mendukung pihak lawan. Telah banyak kalangan yang menyindir elite politik kita untuk meniru sikap legowo McCain. Senator tua itu dengan bijak mengatakan akan turut membantu Obama memimpin AS menghadapi tantangan yang akan dihadapi.

Coba bandingkan dengan elite politik di negara kita.Dalam Pemilu 2004 lalu,misalnya,mungkin Anda pun tahu calon yang mengungkapkan bahwa kekalahannya hanya kekurangan suara yang kapan-kapan akan diambil dan direbut kembali pada 2009?

Kata-kata ”merebut kembali”mencirikan sikap calon pemimpin yang haus akan kekuasaan, bukan pemimpin yang mementingkan rakyat. Semoga pada Pemilu 2009 mendatang panggung demokrasi Indonesia menjadi lebih baik.Siapa pun yang menang tidak menyombongkan kemenangannya, yang kalah tidak membohongi diri sendiri dengan sibuk mencari bukti kecurangan untuk menggugat kemenangan lawan.(*)

LYDIA OKVA ANJELIA
Mahasiswi Jurnalistik,
Fakultas Ilmu Komunikasi,
Unpad Bandung

Iklan

2 thoughts on “Menulis Opini untuk Surat Kabar

  1. oh lydia okva anjelia tuh mahasiswi jurnalistik itu toh,, wah wah begitu baca artikel ini, roma lsg kesepet..hidup POLITIK! heee ga nyambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s