Liputan : Taksi Kalong di Kota Bandung

lydia-okva-anjelia

Setiap akhir pekan dan liburan panjang, kota Bandung disesaki oleh pengunjung yang berasal dari luar kota bahkan luar negeri. Mereka kerap mengunjungi tempat wisata dan belanja yang beragam di kota ini. Selain itu, Bandung juga memiliki sejumlah tempat bersejarah salah satunya adalah di kawasan Braga.

Sedikit sejarah tentang Braga, kawasan ini dahulu bernama jalan Pedati yang memiliki latar belakang historis yang menarik sebagai wisata sejarah kota Bandung.

BragaJalan Braga sebagai jalan penuh peristiwa bersejarah itu juga turut mengantarkan sejumlah negara Asia dan Afrika ke gerbang kemerdekaan melalui Konferensi Asia Afrika yang diadakan di kota ini pada tahun 1955. Disisi lain, munculnya tempat-tempat hiburan malam di kawasan ini membuat Jalan Braga kadang dianggap negatif. Kawasan ini juga dikenal sebagai tempat “mangkal”para wanita malam.

Menurut sebuah situs wisata (www.berita-wisata.blogspot.com), nama Braga berasal dari sebuah perkumpulan drama bangsa Belanda yang didirikan tahun 1882. Sedangkan dalam sastra Sunda, Braga berasal dari kata “Baraga”, yaitu nama jalan di tepi sungai. Berjalan menyusuri sungai disebut “Ngabaraga”, sesuai dengan letak jalan Braga yang berada di tepi sungai Cikapundung. Kemudian istilah “Ngabaraga” berubah menjadi “Ngabar raga” yang berarti pamer tubuh atau pasang aksi.

Braga1suatu malam kami mengamati aktivitas yang terjadi di kawasan Braga. Lampu-lampu berpijar ke segala arah, menerangi setiap bangunan yang menambah semaraknya kehidupan malam di kawasan ini. Selepas pukul 22.00, wanita-wanita usia belasan tahun muncul dan berkumpul di depan tempat-tempat hiburan, kios-kios, dan mobil-mobil taksi yang terparkir di pinggir jalan. Seperti halnya istilah “Ngabar raga”, mereka muncul untuk pamer tubuh dan pasang aksi. Dengan pakaian yang serba ketat, menggunakan sepatu berhak tinggi, dan dengan wajah yang full make-up mereka berdiri dengan anggunnya, bercanda tawa dengan sesamanya dan dalam menjalankan profesinya ini mereka melakukan berbagai cara untuk menjaring pelanggannya.

Taksi versus PSK
Taksi merupakan salah satu alat transportasi yang memberikan layanan pada masyarakat di dalam kota. Memang tarif taksi lebih mahal daripada alat transportasi lainnya seperti bus atau angkutan kota. Mahal dikarenakan para penumpang taksi tentunya akan mendapatkan ke-eksklusifan dalam menggunakan jasa taksi ini.

Saat ini, layanan taksi bukan hanya sebatas antaran penumpang dari satu tempat ke tempat lain. Ada layanan ganda yang diberikan jasa taksi kepada penumpangnya. Julukan “taksi kalong” biasanya diberikan kepada mereka yang beroperasi menjelang tengah malam. Dengan menggunakan mobil taksinya, mereka turut andil dalam terjadinya proses kegiatan prostitusi di Kota Bandung.

Jaja (bukan nama sebenarnya), seorang sopir taksi salah satu armada taksi terkenal di kota Bandung mengatakan bahwa kita bisa menemukan tempat wanita malam mangkal di kawasan jalan Braga untuk wanita usia remaja dan di jalan Serimpi untuk wanita yang lebih dewasa.

Ia juga mengungkapkan bahwa tak sedikit sopir taksi yang menjalankan pekerjaan sebagai pengantar wanita malam. Ia juga sering mengantarkan wanita malam itu menuju hotel tempat pertemuan dengan pelanggannya. Ia menambahkan, tak hanya sampai disitu saja tugasnya sebagai sopir taksi kalong. Terkadang ia menunggu wanita malam yang sedang beroperasi itu di pelataran parkir hotel untuk mengantarkannya pulang. Saat ditanya tentang apakah sering beroperasi di jalan Braga, ia mengaku hanya sekedar mengambil orang yang pesan saja. “saya ngetem jarang, ngambil suka. Saya yang datang ke dia, karena dia yang pesan” ungkapnya.

Wanita malam yang diantar Pak Jaja biasanya memesan taksi-nya melalui handphone. Ia kemudian datang ke tempat wanita tersebut dan mengantarkannya ke tempat tujuan.

Malam harinya sekitar pukul 23.00 dari kawasan Braga, kami mencoba menghubungi pak Jaja melalui Handphone. Ia menyebutkan seorang nama yaitu Bunga (bukan nama senenarnya). Tapi saat itu Pak Jaja sedang berada di Lembang, sehingga tidak dapat datang menemui kami di Jalan braga.
“Harusnya dari tadi. Saya teleponin dulu dia. Ada acara apa enggak. Gitu. Si Bunga ini udah di bawa. Saya lagi bawa Grand Hotel nih. Saya disuruh tunggu sama yang pesannya”, ungkapnya.

Ia menambahkan sebaiknya pemesanan dilakukan sejak tadi dan ia juga dapat mengatur acaranya terlebih dahulu. Ia mengatakan, “Si Bunga juga di acarakan dulu tadi jam setengah tujuh buat Ngobrol-ngobrol. Saya jemput tadi saya bawa ke grand hotel”.

Bunga (15), seorang PSK asli Bandung yang ditemui di tempat kosnya di kawasan karang setra mengungkapkan bahwa keberadaan taksi kalong memang banyak membantu para wanita malam dalam pekerjaannya sebagai pekerja seks komersil. Namun, ia mengaku bahwa dirinya sama sekali tidak mengenal Pak Jaja, sopir taksi yang telah berbicara panjang lebar tentang kegiatannya mengantar gadis belia itu kepada seorang pelanggan, pada malam sebelumnya.

“Memang banyak Sopir taksi yang menyimpan nomor-nomor kami di handphone-nya” ungkapnya.

Ia membenarkan bahwa taksi-taksi yang juga mangkal di kawasan Braga maupun Panghegar ada yang hanya mengantarkan wanita malam menuju tempat tujuannya sesuai dengan argo, tapi ada juga taksi-taksi yang berlaku sebagai penghubung atau marketing untuk pelanggan-pelanggannya.

“Dulu saya sempat naik taksi. Tapi taksi mah kadang licik. Misalnya kita dapet empat ratus ribu, dia minta dua ratus ribu, jadi setengah harga”

Mawar (15) yang juga teman satu profesi Bunga mengungkapkan bahwa ia memang mengenal beberapa sopir taksi. Namun biasanya apabila dia mendapatkan pelanggan melalui sopir taksi, ia memiliki cara agar sopir taksi tidak terlalu mencampuri angka yang ia dapatkan dari pelanggannya.

“Jadi kalau kita dapet pelanggan, kita harus pinter. Kalau kita udah dapat info dari sopir taksi, kita harus minta nomor handphone si pelanggan. Jadi kalau ada apa-apa kita ngga mesti ngehubungi taksi lagi” kata Mawar. Ia juga mengatakan bahwa ada juga sopir taksi yang meminta bayaran kepada PSK dengan layanan “plus”.

“..yang suka ngambil di Braga yang saya tau ada banyak. Tapi ada dua orang yang sering minta lebih” Ungkapnya yang kemudian menyebutkan sopir taksi berinisial G R dan BM yang sering meminta layanan tambahan.

Taksi dalam menjaring Pelanggan
Beberapa sopir taksi pun ada yang menyediakan PSK –PSK tersebut didalam mobilnya, sehingga bagi pelanggan sudah mengerti biasanya langsung menghampiri taksi yang dalam satu mobil bisa terdiri dari 4-5 orang PSK.

taksi3Jasa taksi juga digunakan beberapa pelanggan untuk mengantarnya mengelilingi kawasan Braga, Suniaraja, Viaduct, dan daerah-daerah lainnya untuk melakukan transaksi dengan PSK.

Saat itu di tengah keramaian aktifitas sejumlah orang di jalan Braga, tampak seorang pria menggunakan jasa taksi untuk bernegosiasi dengan beberapa PSK. Dimulai dari jalan Braga, taksi tersebut berhenti tepat didepan seorang PSK yang mangkal di kawasan Otista. Negosiasi dengan PSK tersebut dilakukan pria itu dari dalam taksi. Namun akhirnya negosiasi yang dilakukan tidak mencapai kata sepakat. Taksi yang membawa pria berusia sekitar 30 tahun itu kemudian melaju lagi dan berhenti di jalan Merdeka, tepatnya di kawasan Hotel Panghegar. Negosiasi kembali terjadi dengan seorang PSK. Namun, lagi-lagi negosiasi gagal dilakukan. Taksi kembali ke jalan Braga dan akhirnya pria tersebut turun dari taksi setelah gagal melakukan negosiasi.

Beberapa menit kemudian, pria yang sama menaiki taksi yang berbeda dan kali ini, sang pria tampak tidak lagi bernegosiasi langsung dengan PSK. Taksi berhenti di kawasan perumahan di kawasan jalan Banda. Terlihat bahwa pria tersebut kali ini turun dari taksi dan melakukan negosiasi dengan seorang tukang becak.

Hal ini mengungkapkan bahwa memang bukan hanya taksi yang berperan sebagai media penghubung para PSK dan pelanggannya. Bahwa tukang becak pun bisa berperan yang sama. Selain becak, ungkap Mawar satpam-satpam di beberapa hotel pun tak jarang melakukan hal yang sama. Berperan sebagai penghubung atau marketing para wanita pekerja seks komersial.

Manajemen Perusahaan Taksi

Dari beberapa taksi yang kami amati, memang hanya beberapa armada taksi yang terlihat aktif berada di kawasan hiburan malam, seperti di kawasan Braga. Ternyata tidak ada larangan dari pihak manajemen untuk sopir taksi yang mengantarkan PSK. Seperti Jaja yang juga pernah mengantarkan beberapa PSK, mengaku bahwa tidak ada larangan untuk mereka mengantar PSK. Karena yang terpenting bagi perusahaan adalah setoran yang diberikan harus sesuai dengan ketentuan.

Taksi-taksi ini memang beroperasi mulai dari pukul 05.00 pagi sampai keesokan harinya, selama 24 jam. Jadi tidak heran kalau memang banyak sopir taksi yang berkeliaran dimalam hari untuk mengejar setoran, dengan bekerja sampingan menjadi pengantar dan penyedia jasa PSK.

Sementara, Acep – salah satu sopir armada ternama yang kami temui di depan stasiun Kereta Api Bandung mengatakan bahwa memang ada sopir taksi yang berperan ganda sebagai pengantar dan penyedia jasa PSK, termasuk temannya yang satu profesi sebagai sopir taksi di perusahaan yang berbeda.

Ketika kami menanyakan, hal apa yang bisa menyebabkannya sopir taksi bisa berperan ganda, sopir taksi yang sudah menjalankan profesinya selama 14 tahun ini mengatakan bahwa pihak manajemen ikut mempengaruhi kinerja dari taksi yang beroperasi. Apabila pihak manejemen dapat mengelola perusahaan dengan baik, seperti contohnya memperhatikan kemauan karyawan (sopir-red), melibatkan mereka dalam rapat internal dan juga mempunyai aturan yang jelas dan lebih detil dalam segi pelayanan kepada penumpang (standart procedure).

Setelah diamati, memang dalam perusahaan taksi ternama tersebut tidak ada sopir yang berperan ganda, karena para sopir perusahaan ini sudah mempunyai standar operasional yang sudah ditentukan diawal kontrak kerja.

“Ya, saya juga sebenarnya mau seperti teman-teman saya yang lain, nganter-nganter para PSK, tapi saya ngga bisa”, ungkapnya.

Jadi pihak manajemen dari perusahaan-perusahaan taksi yang ada di kota Bandung ini sebaiknya melakukan hal yang sama, yaitu memiliki aturan yang jelas dengan tidak mengizinkannya sopir-sopir taksinya untuk ikut serta membantu jalannya proses prostitusi. Adanya argo atau tarif yang sesuai, kenyamanan kendaraan, armada yang terurus, dan memiliki aturan yang jelas adalah tugas dari pihak manajemen untuk mengelolanya, sehingga tidak ada lagi sopir-sopir yang berpredikat sebagai sopir taksi kalong yang turut membantu jalannya prostitusi di kota Bandung.

b4

(Lydia Okva Anjelia, Rizkie Nugraha R, Dhika Haendra, Roma Arjakusuma – Jurnalistik FIKOM Unpad Bandung)

Iklan

5 thoughts on “Liputan : Taksi Kalong di Kota Bandung

  1. dimulai dengan memberhentikan Taksi didepan Hotel Royale dago, disana lah petualangan kita dimulai..wah lyd really great moment! unbelievable banget.. dari tujuh hari yang dilewati 3 hari malam kita liwatkan untuk melakukan invertigasi..SUSI! SUSI! KADIEU…Sampe teriakan itu terngiang masuk ke alam bawah sadar,,eh lyd btw ini top secret ya? lydia trmasuk oang yang menginspirasi roma untuk lebih baik lagihh,disaat roma belum bisa ulead, lydiah mah udah jago bangeut ngedit, disaat teman2 mngerjakan tugas dengan hanya menghabiskan bebrapa lembar, lydia hadir dengan lembaran2 yang banyak dan lengkap serta sampul yang berwarnaa,,heeee, roma adalah orang yang paling pecaya skali klo lydia kedepannya akan jad orang yang professional,,aamiin!

  2. Romaaaaa biskuit..huhuhu..Aminnnnnnn..makasihh doanya. huhuhu iyaa ya pengalaman tak terlupakan ketika qta b4 tengah malem harus berada di kawasan prostitusi..hahahahags
    sayang qta ngga bs meliput lebih jauhh lagii…
    takutt jg ah..kalo lyd dibawa kabur om2 gimanaa??? ga yakinn kalian bs menyelematkankuuu..huhuhuhu
    SUKSESS YAAA BWAT QTA SMW…!!!! 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s